Mengurai Kontroversi bus tingkat sumbangan Tahir Foundation

By | February 13, 2015

10386289_10201848077683335_2155046770899874371_n

Lima bus sumbangan Tahir Foundation untuk Pemda DKI rupanya melahirkan kontroversi lagi. Kalau sebelumnya proses hibah membuat Ahok uring uringan, sekarang giliran masalah teknis yang dipersoalkan lembaga kelayakan jalan, Kementrian Perhubungan membuat Ahok kembali meradang.

Kementrian Perhubungan mempersoalkan kelayakan teknis bus bermesin Mercedes Benz tersebut. Menurut Peraturan Pemerintah (PP) No. 55 tahun 2012 tentang kendaraan umum. Bobot bis sumbangan Tahir Foundation dianggap tidak seseuai dengan PP tersebut karena kurang berat.

Dalam PP tersebut, spesifikasi bus tingkat antara lain harus memiliki berat maksimum kendaraan bermotor berikut muatan (JBB) paling sedikit 21-24 ton, panjang keseluruhan sekira 9.000 milimeter (9 meter) hingga 13.500 milimeter (13,5 meter), lebar keseluruhan melebihi 2.500 milimeter (2,5 meter) dan tinggi bus tidak lebih dari 4.200 milimeter (4,2 meter).

Kenapa bobot bus menjadi hal yang penting untuk bis tingkat?

Bentuk bus yang tinggi besar butuh keseimbangan yang bagus. Untuk mendapatkan kestabilan yang baik bobot bus harus cukup, karena kalo bis kurang berat menimbulkan efek limbung saat bermanuver. Contoh sederhananya bisa dilihat dari artikel ini. Dalam artikel tersebut kita bisa melihat sebuah video dimana ada sebuah truck yang memuat beban yang terlampau tinggi sehingga limbung dan rubuh saat belok. Resiko yang sama bisa terjadi dengan bus tingkat ini.

Bis sumbangan ini dibangun oleh karoseri Nusantara Gemilang (KNG) menggunakan karoseri Maxi Miracle. Karoseri Maxi Miracle dibangun memakai galvanised steel untuk konstruksi rangka serta aluminium untuk dinding bodi. Menurut penjelasan, salah satu kelebihan kombinasi material ini adalah umur pemakaian menjadi lebih panjang, hingga 8 tahun dan dapat mengurangi bobot bis. Dengan bobot yang lebih ringan bis akan mampu menampung penumpang lebih banyak.

Bukan kali ini saja KNG membangun bis tingkat. Sebelumnya KNG juga membuat bis tingkat untuk groupnya sendiri PO Nusantara menggunakan chasis R37 6X2 punya MAN dengan dimensi 13,5 m, lebar 2,5 m, dan tinggi 3,96 m. Bus tingkat pertama tersebut telah memiliki sertifikasi laik jalan. 

Kebetulan, bus sumbangan Tahir Foundation tersebut menggunakan karoseri Maxi Miracle dengan spesifikasi sama, kenapa jadi tidak bisa lolos ?. Karena bus tingkat pertama KNG dengan MAN R37 memang didesain untuk beban 24 ton. (lihat di artikel ini)

Sementara Bis milik Tahir Foundation ini memang menggunakan chasis yang berbeda. chassis yang dipakai adalah O 500 R-1836 milik Mercedes Benz. 

Apakah chasis ini memang direkomendasi untuk bis tingkat?

Coba kita lihat spesifikasi standarnya

Engine Model
MB OM 475 LA. III/22 ; Euro III
General Characteristics
6 cylinders, vertical in-line, turbo charged and intercooled
Power max
260 kW (354 cv) @ 2000 rpm
Torque max
1600 Nm  @ 1100 rpm
Displacement
11.967 cc
Clutch Model
MFZ 430
Type
Single disc
Actuation
Hydro pneumatic with servo-assistance
Gearbox Model
MB GO 190
Manual with 6-speed transmission
Shifting system
Manual lever, by cables
Synchronized gears
6
Gear ratio
i=8.17/4.65/2.79/1.81/1.25/1.00 and R= 7.68
Maximum speed (km/h)
120
Maximum ramp capacity (%)
Vehicle loaded  ;  48 %
Front Axle Model
Independent  RL 75 E
Technical loads
7.100 Kg
Rear Axle Model
MB- HO 6 / 3 DCL(S)-13
Gear Ratio
i=3,154
Technical loads
11.500 Kg
Front Suspensions  Type
Pneumatic, with 2 air bellows
Shock absorbers
2 telescopic with double action with Stabilizer bar
Rear Suspensions Type
Pneumatic, with 4 air bellows
Shock absorbers
2 telescopic with double action  with Stabilizer bar
Steering  Model
ZF 8098  Hydraulic, power assisted
Wheels and Tires
Wheel ring / Tires
8.25×22.5/ 295/80 R 22.5
Alternator
1 X 28 V / 140 A
Battery
2 x 12 V / 200 Ah
Brakes  /  Safety related
EBS – Electronic Brake System (Wabco), ABS and ASR integrated
Service Brake
Dual circuit full air brake with disc brake front and rear
Parking Brake
Chamber with accumulative spring, pneumatically operated
Chassis ini memang di peruntukan bagi bis kelas premium yang mengutamakan kenyamanan dilihat dari suspensi udara yang indipendent (front Axle), dimana Axle depan dapat di bebani hingga 7,1 Ton dan Axle belakang dapat dibebani 11,5 Ton. beban yang bisa ditanggung tidak lebih dari 18 ton atau dibawah yang dipersyaratkan.
Walaupun chasis O 500 R-1836 ini mengalami modifikasi untuk dipasangkan dengan karoseri Maxi Miracle namun tidak meningkatkan kemampuan bis dalam menanggung beban hanya menambah dimensi bis. Pertanyaan selanjutnya apakah modifikasi ini sudah mendapat persetujuan dari prinsipal Mercedes Benz?
Tidak ada jalan lain buat KNG selain kembali merombak bis2 tersebut agar memiliki kemampuan menahan beban lebih besar. Caranya ?
Bisa mencontoh bis yang diproduksi KNG sebelumnya yang berbasis MAN37 yaitu dengan menambah ban menjadi double axle sehingga kemampuan menanggung bebannya bisa ditingkatkan hingga 24 ton.
Semua pihak mesti duduk bersama untuk memecahkan masalah ini, bukan soal politik atau gengsi tapi ini soal pertaruhan nyawa, soal keselamatan yang memang harus diutamakan…………

1 Comment

E on August 26, 2016 at 12:14 am.

Tapi bus tingkat Solo kok bisa pake 1526? Apa karena bodi-nya lebih ringan?

Reply

Leave Your Comment

Your email will not be published or shared. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <s> <strike> <strong>